Contoh Teks Diskusi
Dampak PKL yang Berjualan di Trotoar dan
Pinggir Jalan
Pada saat ini banyak PKL yang berjualan di
trotoar atau di pinggir jalan. Meski sudah ada larangan untuk berjualan di
trotoar. Tetapi, para pedagang masih ngotot untuk berjualan. Adanya Pedagang
Kaki Lima ini menjadi pro-kontra di masyarakat. Ada masyarakat yang setuju ada
yang tidak. Yang setuju berpendapat karena harga makanan/barang yang dijual PKL
lebih murah daripada di toko. Sedangkan yang tidak setuju berpendapat bahwa PKL mengganggu kenyaman
lalu lintas.
Pedagang Kaki Lima
kerap menyediakan makanan dan barang yang lebih, bahkan sangat murah dibanding
membeli di toko. Sehingga banyak masyarakat yang lebih tertarik membeli di
Pedagang tersebut. Selain itu, modal yang dibutuhkan pun kecil. Jadi, tak heran
jika pedagang yang ingin berjualan dengan modal kecil memulainya dengan usaha
ini. Dengan adanya PKL perekonomian pedagang jadi terbantu karena mereka
mendapat penghasilan yang cukup. Keuntungan lainnya adalah para PKL mampu
meramaikan suasana kota. Hal ini menjadi daya tarik bagi tempat yang banyak
singgahi oleh Pedagang Kaki Lima. PKL juga memudahkan masyarakat untuk membeli
makanan/barang di malam hari yang pada saat itu banyak toko yang tutup. Jika
tidak ada PKL, tentu akan susah mencari barang pada malam hari.
PKL juga memiliki
berdampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan. Pedagang yang berjualan di
trotoar, tentu saja mengganggu para pejalan kaki. Apalagi yang berjualan di
badan jalan sudah pasti mengganggu pengendara bermotor. Selain itu, ada
Pedagang Kaki Lima yang membuang sampahnya ke saluran air terdekat atau di
pinggir jalan. Hal itu menyebabkan pencemaran lingkungan.
Jika PKL ditiadakan,
akan banyak pedagang yang pendapatannya berkurang karena kehilangan pekerjaan. Cara
untuk menangani masalah ini adalah pemerintah harus menyediakankan lokasi berjualan
untuk Pedagang Kaki Lima. Selain itu, PKL harus mau mematuhi peraturan tersebut
demi kenyamanan dan ketertiban masyarakat.

0 komentar:
Posting Komentar