BTemplates.com

Rabu, 08 Februari 2017

Dampak Youtube Bagi Pelajar



Di zaman era globalisasi ini banyak sekali aplikasi-aplikasi yang menunjang para remaja untuk mendapatkan informasi dari berbagai sumber.Seperti blog,wiki, dan masih banyak lagi. Dan salah satunya adalah aplikasi youtube yang menampilkan sarana informasi dalam bentuk video clip. Selain untuk mendapatkan berbagai informasi di dalam aplikasi ini juga untuk menghibur diri dari kebosanan. Akan tetapi pada saat ini banyak sekali para remaja yang menyalahgunakan aplikasi ini untuk hal-hal yang kurang baik dan bersifat negatif.
Banyak yang menggunakan media internet sebagai tempat pelarian untuk mencari hal-hal baru, contohnya seperti di Youtube semua orang bisa mengakses berbagai macam video yang telah di unggah oleh banyak orang. Banyak orang yang menggunakan aplikasi ini untuk berbagi ilmu seperti tutorial. Aplikasi ini bermanfaat untuk remaja, contohnya kita bisa berbagi ilmu dengan orang lain, bisa menjadi pengganti televisi atau biasanya disebut streaming, bisa memperoleh informasi dan hiburan, dan tidak sedikit dari para remaja mengunggah video untuk mendapatkan uang dan menjadi terkenal.
Di dalam aplikasi youtube ini kita juga bisa mengunggah dan mengunduh video. Dengan aplikasi ini kita bisa membuat video yang lucu dan menarik sehingga bias menghibur orang lain. Jika kita bisa  melihat berita di layar televisi, kini dengan perkembangan teknologi kita juga bisa memperoleh informasi baik dalam maupun luar negeri yang trending.
Meskipun demikian banyak juga kasus yang terjadi disebabkan oleh banyaknya video porno yang dilakukan oleh remaja dan unggah di youtube. Selain dapat mengunggah video porno para remaja terkadang sering melihat hal-hal yang negative di youtube tanpa diketahui oleh kedua orang tua. Dengan melihat video-video seperti itulah menyebabkan kecanduan  dan bisa merusak dan mempengaruhi otak, dan bisa jadi para remaja meniru hal-hal yang negatif yang ada di youtube.
Selain itu, dampak negatif yang ditimbulkanya itu bisa merusak mata karena mata sering terkena sinar dari layar kaca. Dengan itu apabila kita sering melihat aplikasi ini dilayar komputer,laptop, maupun handphone dapat merusak sistem kerja mata dan bisa menyebabkan mata minus.

Cara mengatasi permasalahan pada aplikasi youtube adalah kita harus menggunakan youtube dengan secermat mungkin, agar tidak merugikan pihak lain. Diharapkan semua pihak, baik orang tua, guru, pemerintah maupun siswa untuk bersama-sama mencegah dampak-dampak negatif yang ditimbulkan dari aplikasi youtube. Pemerintah diharapkan dapat /memblokir situs-situs yang tidak baik. Orang tua juga diharapkan dapat lebih memperhatikan anaknya agar anak dapat terus terpantau dan tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak baik.

Selasa, 07 Februari 2017

Biografi Affandi Koesoema



 

Affandi lahir di Cirebon pada tahun 1907. Affandi adalah anak  dari R. Koesoema, seorang mantri ukur di pabrik gula di Ciledug, Cirebon. Affandi termasuk anak yang  pendidikan formalnya cukup tinggi. Bagi orang-orang segenerasinya, memperoleh pendidikan HISMULO, dan selanjutnya tamat dari AMS, termasuk pendidikan yang hanya diperoleh oleh sedikit anak di Indonesia dulu.
Namun, bakat seni lukisnya yang lebih menonjol daripada ilmu lain dalam kehidupannya Berkat kelebihan itu Affandi menjadi tenar sama dengan tokoh atau pemuka bidang lainnya. Walau begitu, Affandi dikenal sebagai sosok yang sederhana dan suka merendah.
Pada umur 26 tahun, pada tahun 1933, Affandi menikah dengan Maryati, gadis kelahiran Bogor. Affandi dan Maryati dikaruniai seorang putri yang nantinya akan melanjutkan bakat ayahnya sebagai pelukis, yaitu Kartika Affandi.
Sebelum menjadi pelukis, Affandi pernah menjadi guru dan pernah juga bekerja sebagai tukang sobek karcis dan pembuat gambar reklame bioskop di salah satu gedung bioskop di Bandung. Pekerjaan ini tidak lama digelutinya karena Affandi lebih tertarik pada bidang seni lukis.
Sekitar tahun 30-an, Affandi bergabung dengan kelompok Lima Bandung, yaitu kelompok lima pelukis Bandung. Mereka itu adalah Hendra GunawanBarliSudarso, dan Wahdi serta Affandi yang dipercaya menjabat sebagai pimpinan kelompok. Kelompok ini memiliki peran yang cukup besar dalam perkembangan seni rupa di Indonesia. Kelompok ini tidak sama dengan Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi) pada tahun1938, melainkan sebuah kelompok belajar bersama dan kerja sama saling membantu sesama pelukis.
Pada tahun 1943, Affandi mengadakan pameran tunggal pertamanya di Gedung Poetera Djakarta yang saat itu sedang berlangsung pendudukan tentara Jepang di Indonesia. Empat Serangkaiyang terdiri dari Ir.Soekarno, Drs. Mohammad HattaKi Hajar Dewantara, dan Kyai Haji Mas Mansyur--memimpin Seksi Kebudayaan Poetera (Poesat Tenaga Rakyat) untuk ikut ambil bagian.  
Ketika Indonesia merdeka pada tahun  1945, banyak pelukis yang meluki Gerbong-gerbong kereta dan tembok-tembok ditulisi  "Merdeka atau mati!". Saat itulah, Affandi mendapat tugas membuat poster. Poster yang merupakan ideSoekarno itu menggambarkan seseorang yang dirantai tapi rantainya sudah putus. Yang dijadikan model adalah pelukis Dullah. Kata-kata yang dituliskan di poster itu ("Bung, ayo bung") merupakan usulan dari penyair Chairil Anwar. Sekelompok pelukis siang-malam memperbanyaknya dan dikirim ke daerah-daerah.
Sepulang dari India dan Eropa, pada tahun lima puluhan, Affandi dicalonkan oleh PKI untuk mewakili orang-orang tak berpartai dalam pemilihan Konstituante. Dan terpilihlah dia, seperti Prof. Ir. Saloekoe Poerbodiningrat dsb, untuk mewakili orang-orang tak berpartai. Dalam sidang konstituante, menurut Basuki Resobowo yang teman pelukis juga, biasanya  Affandi cuma diam, kadang-kadang tidur. Tapi ketika sidang komisi, Affandi angkat bicara. Dia masuk komisi Perikemanusiaan (mungkin sekarang HAM) yang dipimpin Wikana, teman dekat Affandi juga sejak sebelum revolusi.
Affandi juga termasuk pimpinan pusat Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat). Dia bagian seni rupa Lembaga Seni Rupa) bersama Basuki Resobowo, Henk Ngantung, dan sebagainya.
            Semasa hidupnya, ia telah menghasilkan lebih dari 2.000 karya lukis. Karya-karyanya yang dipamerkan ke berbagai negara di dunia, baik di Asia, Eropa, Amerika maupun Australia selalu memukau pecinta seni lukis dunia. Pelukis yang meraih gelar Doktor Honoris Causa dari University of Singapore tahun 1974 ini dalam mengerjakan lukisannya, lebih sering menumpahkan langsung cairan cat dari tube-nya kemudian menyapu cat itu dengan jari-jarinya, bermain dan mengolah warna untuk mengekspresikan apa yang ia lihat dan rasakan tentang sesuatu.
Dalam perjalanannya berkarya, pemegang gelar Doctor Honoris Causa dari University of Singapore tahun 1974, ini dikenal sebagai seorang pelukis yang menganut aliran ekspresionisme atau abstrak. Sehingga seringkali lukisannya sangat sulit dimengerti oleh orang lain terutama oleh orang yang awam tentang dunia seni lukis jika tanpa penjelasannya. Namun bagi pecinta lukisan hal demikianlah yang menambah daya tariknya.

            Affandi meninggal pada bulan mei 1990.Beliau dimakamkan didekat Museumnya.

Contoh Teks Diskusi


Dampak PKL yang Berjualan di Trotoar dan Pinggir Jalan
 






          Pada saat ini banyak PKL yang berjualan di trotoar atau di pinggir jalan. Meski sudah ada larangan untuk berjualan di trotoar. Tetapi, para pedagang masih ngotot untuk berjualan. Adanya Pedagang Kaki Lima ini menjadi pro-kontra di masyarakat. Ada masyarakat yang setuju ada yang tidak. Yang setuju berpendapat karena harga makanan/barang yang dijual PKL lebih murah daripada di toko. Sedangkan yang tidak setuju  berpendapat bahwa PKL mengganggu kenyaman lalu lintas.
            Pedagang Kaki Lima kerap menyediakan makanan dan barang yang lebih, bahkan sangat murah dibanding membeli di toko. Sehingga banyak masyarakat yang lebih tertarik membeli di Pedagang tersebut. Selain itu, modal yang dibutuhkan pun kecil. Jadi, tak heran jika pedagang yang ingin berjualan dengan modal kecil memulainya dengan usaha ini. Dengan adanya PKL perekonomian pedagang jadi terbantu karena mereka mendapat penghasilan yang cukup. Keuntungan lainnya adalah para PKL mampu meramaikan suasana kota. Hal ini menjadi daya tarik bagi tempat yang banyak singgahi oleh Pedagang Kaki Lima. PKL juga memudahkan masyarakat untuk membeli makanan/barang di malam hari yang pada saat itu banyak toko yang tutup. Jika tidak ada PKL, tentu akan susah mencari barang pada malam hari.
            PKL juga memiliki berdampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan. Pedagang yang berjualan di trotoar, tentu saja mengganggu para pejalan kaki. Apalagi yang berjualan di badan jalan sudah pasti mengganggu pengendara bermotor. Selain itu, ada Pedagang Kaki Lima yang membuang sampahnya ke saluran air terdekat atau di pinggir jalan. Hal itu menyebabkan pencemaran lingkungan.

            Jika PKL ditiadakan, akan banyak pedagang yang pendapatannya berkurang karena kehilangan pekerjaan. Cara untuk menangani masalah ini adalah pemerintah harus menyediakankan lokasi berjualan untuk Pedagang Kaki Lima. Selain itu, PKL harus mau mematuhi peraturan tersebut demi kenyamanan dan ketertiban masyarakat.